Sabtu, 28 Agustus 2010

Berdagang dengan Allah



Sahabat......
Pernahkah sejenak kita pikir dan rasakan, apa yang semua kita lakukan hanya untuk Allah SWT, tapi coba kita gali lebih dalam lagi..apakah memang sdh demikian ?
Kita mengerjakan IBADAH( sholat ) agar banyak rejeki, kita menjalankan PUASA supaya lulus ujian, supaya mendapatkan kesaktian, dapat jodoh dll, dan kita BERDOA setiap supaya kita diberi kekayaan yang lebih banyak, kesehatan , ketenaran..dan lain lain
Dan karena kita sudah menjalankan segala perintah Allah, sudah selayaknya kita mendapatkan apa yang kita minta ( DOA ) kita dikabulkanNya, seolah Allah adalah MITRA DAGANG kita..

Rabu, 04 Agustus 2010

Kamu Bisa Bersinar

Melihat cerita di film ini, selalu membuat saya terharu, bagaimana seorang bisu tuli yang belajar biola, dengan segala halangan dan rintangannya...saya selalu memotivasi diri saya sendiri, bahwa kita diberi anugerah fisik yang lengkap oleh Sang Pencipta, akan sangat kerdil apabila kita dengan mudahnya menyerah dengan tantangan dan rintangan yang kita hadapi..

Saya juga sharing ke teman teman dan memotivasi diri kita bersama , siapapun anda, apapun profesi anda, dimanapun anda berada, bagaimanapun keadaan diri anda ...
Dengan video ini kita dapat belajar bersama, bahwa dengan upaya yang sungguh sungguh dan keteguhan hati...apapun yang anda mimpikan bisa menjadi nyata

Dan anda pun bisa "BERSINAR"...semoga sinar anda bisa menerangi sesama...

Selasa, 03 Agustus 2010

Manusia hanya sebutir debu...

Anak cucu Adam,telah menjalani hidup secara turun menurun di dunia ini, lihatlah perbandingan antara bumi kita, dengan planet Venus, Mars, Merkurius dan Pluto...
Bumi kita mash lebih besar dibandingkan planet planet tersebut diatas..

bumi

Kita perbandingkan lagi dengan planet planet yang ada di tata surya kita Galaxy BimaSakti, yaitu Uranus , Saturnus dan planet paling besar yaitu Jupiter, ternyata bumi kita sudah terlihat lebih kecil..

Photobucket

Dan apabila kita bandingkan bumi kita dengan matahari, betapa kita mulai sedikit menyadari betapa kecilnya bumi kita, hanya berupa sebuah titik..

Photobucket

Dan tentunya kita tahu ada beberapa matahari matahari lain di jagad raya yang sedemikian luasnya.., lihatlah matahari kita, seberapa besarkah ?

Photobucket

Dan jika kita lihat lebih luas lagi, dengan matahari (bintang Antares ) yang merupakan salah satu bintang yang paling terang sinarnya berjarak lebih dari 1000 th cahaya dari bumi,dan masih banyak bintang bintang yang lain ..
Jika kita membandingkan besarnya benda benda angkasa ini,
Lihatlah matahari kita hanya sebuah titik, bumi sudah dalam skala tidak terlihat, dan manusia bahkan lebih kecil dari HANYA SEBUTIR DEBU di alam semesta ini.....

Photobucket

Maha Suci Allah...Allah Maha Besar...Allah Maha besar..
Jika kita berkaca pada diri kita, masihkah kita berani untuk membanggakan diri kita, kekayaan kita,ketampanan dan kecantikan kita serta kesuksesan kita? Berkacalah kalau dengan kekuasaan dan kekuatan kita, seolah kita menentukan hidup mati orang lain,sok sok an meremehkan orang lain..suka mendzolimi orang lain..ingatlah cerita ini, kita ini hanya sebutir debu di hadapan Allah SWT...masih beranikah kita "MENYOMBONGKAN" diri kita ..???

Sumber : dari cerita teman

Jumat, 23 Juli 2010

Cerita anak dan ayah

Seperti biasa Rudi, kepala cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Imron, putra pertamanya yang baru duduk di kelas dua SD yang membukakan pintu. Ia nampaknya sudah menunggu cukup lama.
“Kok, belum tidur?” sapa Rudi sambil mencium anaknya.
Biasanya, Imron memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari.

Sambil membuntuti sang ayah menuju ruang keluarga, Imron menjawab, “Aku nunggu Ayah pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Ayah?”
“Lho, tumben, kok nanya gaji Ayah? Mau minta uang lagi, ya?”
“Ah, enggak. Pengen tahu aja.”
“Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Ayah bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp 400.000,-. Dan setiap bulan rata-rata dihitung 25 hari kerja, Jadi, gaji Ayah dalam satu bulan berapa, hayo?”

Imron berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar, sementara ayahnya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Rudi beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Imron berlari mengikutinya.
“Kalau satu hari ayah dibayar Rp 400.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam ayah digaji Rp 40.000,- dong,” katanya.
“Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, bobok,” perintah Rudi.
Tetapi Imron tak beranjak.

Sambil menyaksikan ayahnya berganti pakaian, Imron kembali bertanya, “Ayah, aku boleh pinjam uang Rp 5.000,- nggak?”
“Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini? Ayah capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah.”
“Tapi, Ayah…” Kesabaran Rudi habis.
“Ayah bilang tidur!” hardiknya mengejutkan Imron.

Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya. Usai mandi, Rudi nampak menyesali hardikannya, Ia pun menengok Imron di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Imron didapatinya sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp 15.000,- di tangannya.

Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Rudi berkata, “Maafkan Ayah, Nak. Ayah sayang sama Imron. Buat apa sih minta uang malam-malam begini? Kalau mau beli mainan, besok’ kan bisa. Jangankan Rp 5.000,- lebih dari itu pun ayah kasih.”
“Ayah, aku nggak minta uang. Aku pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini.”
“Iya, iya, tapi buat apa?” tanya Rudi lembut.

“Aku menunggu Ayah dari jam 8. Aku mau ajak Ayah main ular tangga. Tiga puluh menit saja. Ibu sering bilang kalau waktu Ayah itu sangat berharga. Jadi, aku mau beli waktu ayah. Aku buka tabunganku, ada Rp 15.000,-. Tapi karena Ayah bilang satu jam Ayah dibayar Rp 40.000,-, maka setengah jam harus Rp 20.000,-. Duit tabunganku kurang Rp 5.000,-. Makanya aku mau pinjam dari Ayah,” kata Imron polos.

Rudi terdiam. Ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat

sumber : dari emailseorang teman